BOOK REVIEW: The Kite Runner
July 20th, 2006 by mnu
Kategori: Sastra/Novel Historis
Rating: 9/10
Kategori: Sastra/Novel Historis
1. Shonen Star 19
2. Champ 20
3. Fruit Basket 10
4. Kungfu Komang 35
5. Lady Victorian 16
6. Magnolia Waltz 3
7. Nodame Cantabile 13
8. Ranma ½ 5
9. Yaiba 24
10. Baby and I 16
11. Kare Kano 19
Kategori: Legal/Action Thriller/Suspense
No Way to Treat a First Lady
Christopher Buckley
PT. Gramedia Pustaka Utama
448 hal.
Rp. 45.000,00
Dunia heboh! Presiden Amerika Serikat Kenneth Kemble MacMann ditemukan tewas di kamar tidurnya di Gedung Putih. Penyebab kematiannya diduga adalah epidural hematoma yang disebabkan oleh trauma hantaman benda tumpul. Saat kematiannya diperkirakan antara jam tiga lewat lima belas menit dan jam lima pagi. Semua bukti mengarahkan tuduhan ke Sang Ibu Negara, Elizabeth MacMann. Terutama ketika ditemukan sidik jarinya di sebuah Spittoon (tempat ludah dari logam), dan bekas cap dari sang pembuat tempat ludah itu, Paul Revere, di dahi Mr. Presiden.
Sang presiden terkenal sebagai seorang "petualang" yang sering meniduri tamu-tamu kenegaraan, dan sebelum malam naas itu terjadi, ia tengah ber-"kasak-kusuk" dengan seorang penyanyi yang terkenal dengan program "perdamaian dunia"-nya, Babette Van Anka. Menurut desas-desus yang terjadi, Beth menghantamkan Spittoon ke kepala Ken sampai tewas karena sudah tidak tahan lagi menahan kecemburuannya, atas hubungan Ken dengan Bab yang sering terjadi. Apalagi kali ini semua itu dilakukan di depan hidungnya sendiri.
Persidangan Beth MacMann melawan negara AS, yang lebih dikenal sebagai persidangan "millenium ini" pun dilaksanakan. Dan bagi ibu negara itu, satu-satunya orang yang dapat diandalkan untuk mencegahnya dilempar ke kursi listrik adalah si pengacara handal, Boyce Shameless Baylor. Ia merupakan mantan tunangannya yang ternyata menyimpan "sedikit" dendam, karena Beth meninggalkannya untuk menikah dengan Ken.
baca selengkapnya di http://bookzfreak.blogspot.com
KOMIK
KOMIK
Dalam komik ini Mitsuru dengan kekonyolannya yang seperti biasa, bercerita tentang Kasumi Kishimoto, seorang gadis yang menjalani kehidupan SMA berpisah dari kedua orang tuanya dan tinggal di rumah bibinya, Chigusa. Pada mulanya, Kasumi berpikir bahwa tinggal di rumah bibinya itu merupakan penghematan yang luar biasa. Ia tidak perlu bayar kos, dan rumah itu berada dekat dari sekolahnya. Ditambah lagi Kasumi berniat menemani bibinya yang seorang janda, yang dianggapnya kesepian tinggal seorang diri di rumah sebesar itu.
Ternyata…kenyataannya tidak demikian. Kasumi bukan satu-satunya orang yang tinggal di rumah itu. Ada Shin si Playboy yang “sok tampanâ€, Takashi yang ramah si tukang makan, Makoto yang dianggap kuper dan tukang belajar, dan kemudian Yusaka si cowok cuek yang senang berbuat sekehendak hatinya. Semua kepribadian yang ada di situ saling berinteraksi, ditambah Bibi Chigusa yang baik hati dan sangat polos, menjalani masa muda yang akan berjalan selama 3 tahun yang penuh warna.
Sebenarnya, penokohan di setiap buku Adachi Mitsuru itu standar banget. Hampir sama di setiap komiknya, pasti ada seorang cewek yang cantik tapi rada kasar, cowok cuek yang menjadi bulan-bulanan si cewek tadi, cowok playboy yang menyebalkan, dan si gendut yang baik hati. Tapi, Mitsuru berhasil membuat kita tertawa tergelak-gelak, karena setiap karyanya tidak membosankan dan penuh ide-ide baru yang kocak. Uniknya di sela-sela setiap komiknya, Mitsuru selalu “menampilkan†dirinya sendiri sebagai selingan.
Seru, kocak, konyol, dan luar biasa, itu yang bisa saya katakan untuk semua komik Adachi Mitsuru. Nama itu pun merupakan jaminan bahwa kita akan membaca sebuah kisah yang mengundang tawa, mengharukan, tentang cinta dan persahabatan yang Saya yakin semua orang menyukainya. Buku ini pun pantas dibaca dan dikoleksi.
Trust me!
KOMIK
Kategori : Children/Fantasy/Adventure
Pada usia 10 tahun, ia mengambil keputusan bahwa ia ingin menjadi penyihir. Bukan karena ia anak seorang penyihir, tetapi karena memang itu pilihannya. Terutama karena ia suka sekali terbang.
Ayahnya, Okino-san, adalah orang biasa. Dia sangat menyayangi Kiki, memanjakannya dan selalu menyetujui setiap perkataan serta tindakannya. Ibunya, Kokiri-san, yang walaupun seorang penyihir—darah penyihir Kiki, berasal dari dirinya—tetap seperti ibu-ibu yang lainnya. Selalu cemas, dan khawatir jika berkaitan dengan anak-anaknya. Walaupun dengan cara didik yang berbeda dengan Okino-san, ia tetap sangat menyayangi Kiki.
Sesuai tradisi penyihir, pada usia 13 tahun, Kiki harus pindah ke kota lain, dan menggunakan sihirnya untuk kebaikan bersama. Bersama dengan Jiji, kucing hitamnya, ia harus hidup mandiri jauh dari ayah, ibu serta tanah kelahirannya.
Kiki memilih sebuah kota yang bernama Kota Koriko untuk menyalurkan keahliannya. Pada mulanya warga kota besar itu ternyata tidak menerimanya dengan baik, apalagi dia hanya seorang penyihir yang hanya memiliki satu keahlian, yaitu terbang dengan sapu. Tapi bukan Kiki namanya jika ia menyerah begitu saja, dan pulang kembali ke desa kelahirannya.
KOMIK
KOMIK